BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

AKBP Adiwara Perkuat Peran Bhabinkamtibmas: Ketahanan Pangan Harus Tumbuh dari Nagari

 

PASAMAN — Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Dari pekarangan rumah, lahan kosong hingga lingkungan nagari, masyarakat memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Semangat itulah yang kini terus didorong jajaran Polres Pasaman di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, S.I.K. melalui penguatan peran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat.

Bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Bhabinkamtibmas didorong hadir lebih dekat dengan warga, termasuk memberikan sosialisasi dan pendampingan dalam pengembangan potensi ketahanan pangan di wilayah binaannya.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Bhabinkamtibmas pada Minggu, 6 September 2026, ketika personel turun langsung menyambangi masyarakat dan membangun komunikasi mengenai pentingnya pemanfaatan potensi lingkungan untuk mendukung kebutuhan pangan.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat itu menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas. Bhabinkamtibmas diharapkan tidak hanya dikenal warga ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga hadir dalam kegiatan yang menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Bhabinkamtibmas Tak Sekadar Jaga Keamanan

Bhabinkamtibmas merupakan salah satu ujung tombak kepolisian di tingkat paling bawah. Mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat, mengetahui kondisi wilayah binaan, sekaligus menjadi penghubung antara kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat.

Posisi tersebut menjadi strategis ketika peran Bhabinkamtibmas diarahkan untuk ikut mendorong program ketahanan pangan.

Melalui komunikasi langsung dengan masyarakat, personel dapat memberikan motivasi agar lahan yang tersedia tidak dibiarkan begitu saja. Pekarangan rumah, lahan kosong maupun lahan produktif dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan, hortikultura atau kegiatan produktif lain sesuai potensi wilayah.

Langkah sederhana tersebut memiliki arti penting. Ketika masyarakat mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangan sendiri, ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat ditekan sekaligus membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Lebih jauh, jika produksi yang dihasilkan mampu melebihi kebutuhan keluarga, bukan tidak mungkin berkembang menjadi sumber tambahan pendapatan.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Kabupaten Pasaman memiliki wilayah nagari dengan berbagai potensi sumber daya yang dapat dikembangkan. Potensi tersebut menjadi modal penting apabila dikelola secara konsisten dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Karena itu, penguatan ketahanan pangan tidak semestinya hanya dipandang sebagai program pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama.

Pemerintah daerah, pemerintah nagari, kelompok tani, tokoh masyarakat, kepolisian serta masyarakat memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.

Dalam konteks tersebut, Bhabinkamtibmas dapat menjadi penghubung di lapangan. Informasi mengenai potensi maupun kendala masyarakat dapat disampaikan melalui komunikasi berkelanjutan sehingga koordinasi dengan pihak terkait bisa dilakukan lebih cepat.

Pendekatan ini juga membuka ruang bagi kepolisian untuk memahami persoalan masyarakat secara lebih utuh.

AKBP Adiwara Tekankan Pentingnya Kedekatan dengan Masyarakat

Di bawah kepemimpinan AKBP Adiwara Permana Anggawisastra, penguatan hubungan antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga situasi Pasaman tetap aman dan kondusif.

Kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi modal untuk membangun kepercayaan. Sebab, keamanan tidak hanya bergantung pada kemampuan polisi melakukan penindakan, tetapi juga pada sejauh mana masyarakat mau terlibat dalam menjaga lingkungannya.

Begitu pula dengan ketahanan pangan.

Polri dapat mengambil posisi sebagai penggerak dan pendamping, sedangkan masyarakat menjadi aktor utama yang mengelola potensi di lingkungannya.

Dengan pola tersebut, tugas kepolisian tidak berhenti pada penegakan hukum. Polisi juga dapat berperan dalam mendorong kegiatan masyarakat yang produktif dan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga.

Dari Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Ekonomi

Ketahanan pangan memiliki hubungan erat dengan ketahanan ekonomi keluarga.

Kemampuan keluarga memproduksi sebagian kebutuhan pangan sendiri dapat membantu menekan pengeluaran. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, kegiatan tersebut bahkan dapat menjadi peluang usaha baru.

Karena itu, pendampingan Bhabinkamtibmas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Komunikasi yang terus terjaga menjadi penting agar berbagai potensi dan kendala yang dihadapi masyarakat dapat diketahui sejak dini.

Kolaborasi dengan pemerintah nagari dan kelompok masyarakat juga dapat diperkuat, terutama dalam mengidentifikasi lahan potensial, jenis tanaman yang sesuai serta pola pengembangan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Polisi Hadir Bukan Hanya Ketika Ada Masalah

Kegiatan Bhabinkamtibmas dalam mendorong ketahanan pangan memperlihatkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat dapat memiliki cakupan yang lebih luas.

Polisi tidak harus selalu datang ketika terjadi gangguan Kamtibmas. Dialog, pendampingan dan keterlibatan dalam kegiatan produktif masyarakat juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian.

Semakin dekat hubungan antara polisi dan masyarakat, semakin terbuka pula ruang komunikasi untuk mendeteksi berbagai persoalan di lingkungan warga.

Dalam kondisi seperti itu, masyarakat bukan hanya menjadi objek pelayanan kepolisian, tetapi juga menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan membangun lingkungan yang produktif.

Membangun Pasaman dari Tingkat Nagari

Dorongan terhadap ketahanan pangan pada akhirnya merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang mandiri.

Dari nagari, berbagai potensi dapat dipetakan dan dikembangkan. Dari pekarangan rumah, kebutuhan pangan keluarga dapat mulai dipenuhi. Dari kelompok masyarakat, kegiatan produktif dapat diperkuat.

Sementara dari sisi kepolisian, Bhabinkamtibmas menjadi jembatan yang memastikan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian tetap berjalan.

Kapolres Pasaman AKBP Adiwara Permana Anggawisastra terus mendorong jajaran agar menjalankan tugas secara humanis, responsif dan dekat dengan masyarakat.

Semangat tersebut menjadi penting karena keamanan dan kesejahteraan masyarakat pada dasarnya saling berkaitan.

Masyarakat yang produktif, mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi akan memiliki daya tahan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan.

Begitu pula lingkungan yang aman dan kondusif akan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi dan pangan.

Dari nagari, ketahanan pangan dibangun. Dari kedekatan Bhabinkamtibmas dengan warga, komunikasi diperkuat. Dan dari sinergi antara kepolisian, pemerintah serta masyarakat, Pasaman didorong menjadi wilayah yang semakin aman, mandiri dan produktif.

**EYS

Posting Komentar

0 Komentar