PADANG — Di tengah kondisi kemarau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Padang mengajak warga binaan dan jajaran pegawainya mengambil bagian dalam sebuah ikhtiar bersama.
Bukan dengan keluhan, melainkan melalui doa.
Lapas Perempuan Kelas IIB Padang menggelar Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan tersebut diikuti warga binaan bersama jajaran pegawai dengan penuh kekhusyukan.
Salat Istisqa dipimpin Afrinaldi, S.Pdi, sebagai imam. Sementara khutbah disampaikan Joni Darma Fitra, MA.
Dalam khutbahnya, peserta diajak meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, serta memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT di tengah kondisi yang dihadapi.
Suasana khusyuk terlihat sepanjang pelaksanaan salat. Warga binaan dan pegawai mengikuti rangkaian kegiatan hingga ditutup dengan doa bersama.
Bagi Lapas Perempuan Kelas IIB Padang, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan keagamaan.
Namun lebih dari itu, Salat Istisqa menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa persoalan lingkungan dan kondisi alam juga membutuhkan kepedulian serta ikhtiar bersama.
Di tengah kemarau dan kekhawatiran terhadap dampak kekeringan serta kebakaran, doa menjadi salah satu bentuk pengharapan yang dipanjatkan bersama.
Seluruh peserta berharap hujan segera turun dengan cukup, membawa kesejukan dan keberkahan, sekaligus menjauhkan masyarakat dari dampak kekeringan dan kebakaran hutan.
Ikhtiar tersebut ditutup dengan doa bersama, dengan harapan pertolongan dan rahmat Allah SWT segera diberikan kepada seluruh masyarakat.
**EYS

0 Komentar