PARIAMAN — Upaya membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas terus didorong Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Kali ini, lingkungan perguruan tinggi menjadi sasaran penguatan edukasi melalui peluncuran Kampus Pelopor Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas di STIKes Piala Sakti Pariaman.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran kepolisian dan unsur terkait.
Program ini tidak sekadar menempatkan kampus sebagai lokasi kegiatan sosialisasi. Lebih jauh, mahasiswa didorong mengambil peran sebagai bagian dari gerakan keselamatan berlalu lintas yang dimulai dari lingkungan pendidikan.
Kampus dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda. Dari lingkungan akademik inilah kesadaran mengenai disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta tanggung jawab saat berada di jalan diharapkan tumbuh dan berkembang.
Mahasiswa Didorong Jadi Pelopor
Mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki ruang luas untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada lingkungan sekitarnya.
Melalui program Kampus Pelopor Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas, mahasiswa STIKes Piala Sakti Pariaman didorong tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, penggunaan perlengkapan keselamatan, kelengkapan berkendara, serta sikap menghormati sesama pengguna jalan menjadi bagian penting dari budaya keselamatan yang harus dibangun.
Keselamatan, dalam konteks ini, bukan hanya persoalan kehadiran petugas di jalan. Kesadaran setiap pengguna jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib dan lancar.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus menyampaikan pesan keselamatan kepada teman sebaya, keluarga hingga lingkungan masyarakat.
Polantas Masuk ke Lingkungan Kampus
Peluncuran program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tugas kepolisian lalu lintas tidak berhenti pada kegiatan pengaturan maupun penindakan di jalan raya.
Edukasi dan pencegahan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
Dengan menyasar lingkungan perguruan tinggi, Ditlantas Polda Sumbar berupaya membangun komunikasi secara langsung dengan generasi muda. Pesan mengenai keselamatan pun dapat disampaikan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, responsif dan humanis, sekaligus menempatkan keselamatan masyarakat sebagai perhatian utama.
STIKes Piala Sakti Jadi Bagian Gerakan Keselamatan
STIKes Piala Sakti Pariaman kini menjadi bagian dari gerakan membangun budaya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas dari lingkungan pendidikan.
Kampus tidak hanya menjadi tempat mahasiswa menimba ilmu akademik. Lingkungan pendidikan juga menjadi ruang pembentukan karakter, termasuk karakter disiplin dan bertanggung jawab ketika berada di jalan raya.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kesadaran tersebut kemudian diharapkan tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi ikut terbawa ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Bukan Sekadar Seremonial
Program Kampus Pelopor Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas diharapkan tidak berhenti pada momentum peluncuran.
Keberlanjutan program menjadi bagian penting agar pesan keselamatan benar-benar menjadi kebiasaan. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, kepolisian dan elemen masyarakat memiliki ruang untuk terlibat dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Di bawah kepemimpinan Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., Ditlantas Polda Sumatera Barat terus mendorong edukasi keselamatan agar menjangkau generasi muda dan berbagai lapisan masyarakat.
Harapannya, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut mengambil peran sebagai pelopor keselamatan di tengah masyarakat.
Sebab, budaya keselamatan di jalan tidak lahir hanya dari aturan. Ia tumbuh dari kebiasaan, kedisiplinan dan kesadaran setiap orang untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Peluncuran Kampus Pelopor Keselamatan dan Tertib Berlalu Lintas di STIKes Piala Sakti Pariaman menjadi salah satu langkah untuk menanamkan kesadaran tersebut sejak dari lingkungan pendidikan.
**EYS

0 Komentar