PADANG — Tidak semua pengguna jalan berada di balik kemudi. Di antara arus kendaraan yang terus bergerak, ada pejalan kaki yang membutuhkan ruang, perhatian, dan kesempatan untuk menyeberang dengan aman.
Pesan itulah yang kembali ditekankan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., Ditlantas mengajak para pengendara untuk tidak hanya mengejar kelancaran perjalanan, tetapi juga memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya, khususnya pejalan kaki.
Pesan tersebut dikemas dalam kampanye sederhana namun penting: “Mari Dahulukan Pejalan Kaki.”
Ajakan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut sikap saling menghargai di jalan.
Ketika seorang pejalan kaki terlihat hendak menyeberang pada tempat yang diperuntukkan, pengendara diharapkan meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan dan memberikan kesempatan hingga pejalan kaki benar-benar aman melewati jalan.
Langkah tersebut terlihat sederhana. Namun, memberikan waktu beberapa detik kepada pejalan kaki dapat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan.
Jangan Kalahkan Keselamatan dengan Terburu-buru
Situasi pejalan kaki hendak menyeberang dapat ditemukan setiap hari, terutama di kawasan permukiman, pusat aktivitas masyarakat, lingkungan sekolah maupun ruas jalan yang memiliki fasilitas penyeberangan.
Pada kondisi seperti itu, pengendara dituntut lebih peka terhadap situasi di sekitar.
Keinginan untuk segera melaju atau terburu-buru mencapai tujuan seharusnya tidak mengabaikan keselamatan orang lain yang sedang menggunakan jalan.
Memberikan kesempatan kepada pejalan kaki bukan sekadar bentuk toleransi, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan dan kepedulian sebagai sesama pengguna jalan.
Melalui edukasi tersebut, Ditlantas Polda Sumbar mendorong agar keselamatan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi kebiasaan dalam aktivitas berlalu lintas sehari-hari.
Keselamatan Tanggung Jawab Bersama
Membangun lalu lintas yang aman juga bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian.
Pengendara memiliki kewajiban untuk menaati rambu dan marka jalan, menjaga kecepatan, meningkatkan kewaspadaan serta memperhatikan keberadaan pengguna jalan lainnya.
Begitu pula pejalan kaki. Keselamatan tetap membutuhkan kehati-hatian dengan menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia serta memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum menyeberang.
Jika kedua pihak sama-sama memahami peran masing-masing, potensi terjadinya konflik antara kendaraan dan pejalan kaki dapat ditekan.
Karena itu, pesan keselamatan yang disampaikan Ditlantas Polda Sumbar diarahkan untuk membangun kesadaran bersama bahwa setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan keselamatan di jalan.
Edukasi Dimulai Sejak Dini
Kesadaran berlalu lintas juga perlu dibangun sejak usia dini.
Anak-anak, terutama pelajar, perlu memahami cara menyeberang jalan yang aman, mengenali fasilitas penyeberangan dan memahami pentingnya berhati-hati ketika berada di sekitar arus kendaraan.
Pesan tersebut tergambar dalam materi edukasi Ditlantas Polda Sumbar yang memperlihatkan personel kepolisian membantu seorang anak menyeberangi jalan.
Gambaran sederhana itu membawa pesan bahwa perhatian terhadap pejalan kaki, terutama anak-anak, merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan sejak dini.
Polisi tidak hanya hadir dalam penegakan aturan, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Bangun Budaya Lalu Lintas yang Humanis
Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq melalui jajaran Ditlantas Polda Sumbar terus membawa pesan bahwa ketertiban lalu lintas perlu dibangun bersama melalui edukasi, kepatuhan dan kepedulian antarpengguna jalan.
Memberikan ruang bagi pejalan kaki, tidak memaksakan kendaraan untuk terus melaju, menaati rambu dan marka, menjaga kecepatan serta meningkatkan kewaspadaan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Pesan “Mari Dahulukan Pejalan Kaki” pada akhirnya bukan hanya ditujukan kepada pengendara, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa keselamatan di jalan merupakan kepentingan bersama.
Sebab, perjalanan bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang sampai ke tujuan.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap orang dapat sampai dengan selamat.
Mari dahulukan pejalan kaki. Mari jaga keselamatan bersama.
Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri.
**EYS

0 Komentar